Skip to main content

Suasana 07 Agustus 2018

Suasana pagi berselimut sejuk. Udara rindang pepohonan selepas menepis embun menyiarkan khas pepagian. Awal hari mulai berjalan. Sang kehidupan telah menulis ceritanya kembali.

06.00 aku pun terbangun dan membuat kopi. Berjalan meyusuri ruang depan dan duduk di teras depan rumah. Pagi ini menandakan ada semangat baru, ku buka WA untuk memberi ucapan selamat pagi. Balasan itu bukanlah suatu pen-
 yemangat untuk ku, tetapi memberi adrenalin ku berpacu dengan cepat. Ku seduh kopi agar hilang kepenatan ini dengan segera sembari menjauhkan HP ku untuk tidak menyentuhnya lagi. Maksud hati memberikan yeang terbaik tapi apa daya itu bersebrangan.

Sembari terlihat beberapa orang anak sekolahan mulai berpergian ke sekolah. Disana juga terlihat lalu lalang sedikit sepeda motor. Mereka sepertinya orang kerja kantoran yang bekerja atau oranng yang hendak ke pasar untuk berbelanja. Di sisi lain, masih ada orang yang terlelap tidur di kasurnya, menikmati mimpi indahnya. Entah jam berapa mereka bangun.

Setelahnya, dengan langkah yang terkesan dipaksakan menuju tempat permandian untuk bersiap memulai segala aktivitas dengan semangat yang mulai pudar. Ku ayunkan gayung secara perlahan seakan gayung ingin berkata, “Semangatlah, harimu akan terasa lebih indah jika kau mampu bersyukur untuk apa yang kamu milik”. 07.50 diriku bepergian ke kantor dengan pikiran berkecamuk, tapi itu semua harus ku kalahkan karena hari ini akan tetap berjalan sesuai porsinya dan tetap memberikan yang terbaik.

Comments